"Saya suka mengajar anak-anak, itu panggilan saya. Namun, saya memperoleh lebih banyak penghasilan di Internet. Saya membuka OnlyFans sebulan yang lalu, sebagian untuk bersenang-senang, sebagian karena rasa ingin tahu, sebagian untuk melihat apakah Anda benar-benar dapat memperoleh uang. Dalam satu hari saya memperoleh gaji sebulan," katanya.
Situasi ini menarik perhatian Kementerian Pendidikan Italia, yang saat ini sedang mempertimbangkan aturan baru mengenai etika guru. Pemerintah berencana menyusun kode etik yang melarang pendidik terlibat dalam aktivitas yang dapat merusak citra dan reputasi sekolah mereka.
Kode etik yang disiapkan kemungkinan akan mengatur bahwa guru harus "menghindari pernyataan, gambar, atau perilaku yang dapat merusak gengsi dan reputasi" institusi tempat mereka mengajar.
Seiring dengan beredarnya berita ini, masyarakat memberikan beragam tanggapan. Sebagian besar perdebatan muncul di media sosial, dengan beberapa pihak mengkritik tindakan sekolah dan orang tua yang melaporkan Maraga.
"Apa yang dia lakukan setelah jam kerja adalah urusannya. Mungkin ayahnya harus melihat dirinya sendiri. Orang-orang di rumah kaca," kata seorang pengguna media sosial.
