Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran Barata Kulisusu dalam menjaga keselamatan negara pada masa itu. Mereka juga diberi hak otonom untuk mengatur daerahnya sendiri, termasuk memiliki tentara sendiri dengan batasan-batasan yang telah digariskan oleh pemerintahan pusat di Baubau.
Motto Kabupaten Buton Utara adalah "Lipu Tinadeakono Sara" yang berarti bahwa berdasarkan sejarah, Buton Utara adalah negeri yang didirikan dan dibangun oleh Sara. Wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Buton Utara meliputi enam kecamatan, yaitu Kecamatan Bonegunu, Kambowa, Wakorumba, Kulisusu, Kulisusu Barat, dan Kulisusu Utara.
Salah satu tradisi adat Haroano Laa, dilaksanakan setiap satu tahun sekali sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil panen perkebunan dan pertanian masyarakat Langkumbe, Kabupaten Buton Utara. Pesta adat ini dibalut dalam festival budaya yang menampilkan rangkaian pertunjukan khas Buton Utara seperti tari-tarian dan pencak silat.
Selain itu, masyarakat setempat juga menyajikan berbagai macam makanan untuk disantap oleh tamu yang berdatangan dari berbagai daerah. Wakil Bupati Buton Utara, Ahali menjelaskan bahwa acara pesta panen ini menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Buton Utara yang harus terus dilestarikan.
