
Menurutnya, tradisi ini memiliki sejarah yang mendalam dan menjadi warisan nenek moyang yang harus dipertahankan nilai-nilainya. Sementara Masyarakat setempat, Riki Lipu, menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan pesta panen ini sudah dijadwalkan setiap tanggal 14 bulan di langit.
Tidak mesti bulan Agustus, kadang juga bulan September, yang penting setiap 14 bulan di langit dan ini wajib dilaksanakan tiap tahun. Ia juga menambahkan bahwa tujuan diadakannya pesta panen ini adalah untuk menjaga persatuan, kekompakan, serta menjaga budaya yang sudah ada agar tidak hilang.
Warga setempat masih mempercayai bahwa jika tradisi ini tidak diadakan atau ada kesalahan dalam penyelenggaraannya, maka panen tidak akan berhasil dan buaya yang berada di sungai akan sering naik ke daratan sehingga memangsa korban. Oleh karena itu, tradisi ini memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Buton Utara.
Selain budaya, Buton Utara juga memiliki berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi adalah Permandian Pasarambola'ea yang terletak di Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu. Untuk menuju ke Permandian Pasarambola'ea dari pusat ibu kota Kulisusu, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
