Program bansos plus, menurut Anies, tidak hanya menaikkan anggaran tapi juga membenahi data penerima dengan menyasar seluruh warga miskin yang belum terdata. “Dalam program ini masyarakat akan dibekali pelatihan yang nantinya bisa mandiri dan hidup lebih sejahtera,” ujar Anies.

Anies menegaskan bahwa bansos yang diberikan bersumber dari uang rakyat dan bukan dari pihak tertentu. Tata kelola penyalurannya pun harus diatur dan dilaksanakan dengan mekanisme yang jelas.

“Mekanisme pemberiannya melalui jalur birokrasi bukan dibagikan di pinggir jalan, tapi dibagikan langsung di lokasi (tempat tinggal warga yang berhak menerima, red) menggunakan jajaran birokrasi,” urai Anies.

Menanggapi pernyataan Ganjar dan Anies yang menyinggung bansos diklaim oleh pihak-pihak tertentu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menampik tudingan tersebut. Dia mengatakan bansos tidak pernah diklaim secara personal oleh pihak yang memberikan.

Airlangga memastikan selama ini bansos merupakan program pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP).