Ganjar memang orang yang ditenggarai sejak lama adalah sosok yang diendorse oleh Presiden Jokowi. Hanya saja kemudian, Jokowi menyadari dirinya sebagai “petugas partai” maka ia terkesan meralat dukungannya.

Kemudian menyebutkan beberapa nama tokoh-tokoh nasional termasuk Prabowo Subianto sebagai sosok yang juga memiliki uban, seperti definisi pemimpin bekerja untuk rakyat dalam versi Jokowi.  

Dari komunikasi politik Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi dapat ditarik kesimpulan bahwa keduanya memang sosok-sosok “petugas partai” dari PDIP. Keduanya sangat memahami mekanisme partai dan tetap dalam koridor menghormati Megawati Soekarnoputri selaku ketua umumnya.  

Meskipun ada offside dilakukan oleh Presiden Jokowi terkesan mendahului Ketua Umum Megawati Soekarnputri dalam memberikan klue-klue, tetapi disinyalir itu adalah cara Jokowi merekatkan kembali kepada para relawan-relawannya agar tidak terpecah-pecah untuk kembali naik kepada “perahu besar” relawan Jokowi. Sekaligus, menegaskan bahwa Jokowi memang mendukung Ganjar Pranowo, tetapi juga menghormati Prabowo Subianto. (*)