Kepala Badan Sejarah PDIP, Bonnie Triyana, menceritakan bahwa teatrikal yang dipertunjukan merupakan kilas balik atau reka ulang tragedi Kudatuli penyerangan kantor DPP PDIP.
Dalam aksi teatrikal itu mereka memeragakan penyerangan ke kantor DPP PDIP dengan menggoyang-goyangkan pagar dan melempari kantor menggunakan batu. Di antara mereka juga ada yang mempersenjatai diri dengan kayu.
“Kami tidak ingin membangkitkan luka, hanya merawat ingatan yang mungkin masih traumatik bagi sebagian orang,” tutur Bonnie.
Peristiwa Reformasi 1998 dan pemilihan presiden secara langsung, menurut Bonnie, tidak terlepas dari rentetan sejarah peristiwa Kudatuli.
Turut hadir dalam peringatan tragedi Kudatuli antara lain Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly; Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning; Wasekjen PDIP Yoseph Aryo Adhie; Djarot Saiful Hidayat, dan beberapa elit PDIP. (A)
