Untuk diketahui, awalnya, letak bidangan tanah Arusani berbentuk kerucut dengan runcing ke bawah. Bentuk kerucut itu mengikuti posisi jalan yang sedikit menikung ke sebelah kiri. Untuk membuat bidangan tanahnya simetris, Arusani kemudian membeli lahan yang berada disebelah kanan jalan yang dulu diketahui digunakan sebagai kantor PDAM Busel. 

Melalui anggaran daerah tahun 2019, pembangunan jalan tersebut direalisasikan. Jalan yang tadinya serong ke kiri diubah menjadi serong ke kanan dengan melintas di lahan bekas kantor PDAM yang telah dibeli Arusani menggunakan nama La Ode Armada. Dengan begitu, bentuk tanah Arusani kemudian menjadi simetris. Celakanya, Pemda Busel membayarkan ganti rugi lahan atas tanah yang dibeli Arusani di lahan bekas kantor PDAM yang kini digunakan sebagai jalan masuk. Sementara lahan yang berada di sepanjang jalan tersebut hanya diberikan kompensasi ganti rugi tanaman. 

Amatan media ini, di lokasi tersebut kini berdiri bangunan besar yang diperkirakan telah menelan anggaran ratusan juta rupiah. Pagar pembatas yang terbangun juga sangat mewah. Di luar pagar, berdiri dua bangunan berlantai dua yang berada di setiap sudut bangunan. Hingga berita ini diturunkan, para pekerja terlihat masih terus merampungkan pembangunan.

Peliput: Deni Djohan
Editor: Rani