Selanjutnya kata Ketua TIDAR Jawa Timur ini, sholawat juga salah satu yang bisa dilirik pemerintah khususnya provinsi untuk pengentasan kemiskinan, dengan memberikan pelatihan pada emak-emak bersholawat.
Dengan memberikan pelatihan tersebut, lanjut Fawait, tentunya Pemprov bisa menciptakan ibu-ibu rumah tangga yang produktif. Tak usah keluar biaya besar untuk mengumpulkan mereka. Tentunya mereka akan ikhlas datang kalau untuk bersholawat melalui majelis taklim atau sejenisnya.
"Sudah saatnya Pemprov menciptakan ibu rumah tangga yang produktif. Saya yakin dengan emak-emak produktif tentunya kemiskinan akan terangkat," terangnya.
Tugas pemerintah provinsi, lanjut Fawait, tinggal membantu untuk memasarkannya.
"Kalau mereka hendak bekerja sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia), tentunya sudah berkualitas sehingga pergi ke luar negeri sudah punya keterampilan yang memadai," terangnya.
