Garis Wallace membentang dari Samudera Hindia melewati Selat Lombok dan Makassar hingga Laut Filipina. Lokasinya juga sudah bergeser dalam 164 tahun terakhir.
Baca Juga: Gajah Panggil Kawanannya dengan Nama Masing-Masing, Begini Penjelasannya
Mengutip dari Cnnindonesia.com, sebuah penelitian baru yang diterbitkan 6 Juli di jurnal Science. Para peneliti mensimulasikan bagaimana hewan dipengaruhi efek iklim yang dipicu oleh tumbukan benua menggunakan model komputer.
Model tersebut memperhitungkan kemampuan penyebaran, preferensi ekologis, dan keterkaitan evolusi lebih dari 20 ribu spesies yang ditemukan di kedua sisi Garis Wallace. Hasilnya menunjukkan spesies Asia jauh lebih cocok untuk hidup di Kepulauan Melayu pada saat itu.
Ahli biologi evolusi dari Universitas Nasional Australia (ANU), Alex Skeels, sekaligus pemimpin penelitian ini menjelaskan distribusi spesies satwa yang tidak merata di kedua sisi garis Wallace ini salah satunya dikarenakan oleh pergeseran lempeng tektonik purba yang terjadi 35 juta tahun lalu.
