"Sekitar 35 juta tahun lalu, Australia terletak lebih jauh ke selatan dan terhubung dengan Antartika," kata Skeels.
Namun, pergeseran lempeng tektonik hanya salah satu bagian untuk menjelaskan migrasi spesies Asia ke Australia. Ketika Australia berpisah dari Antartika, terjadi pergeseran klimaks yang menyebabkan tren pendinginan global dan pengeringan benua, yang menyebabkan peristiwa kepunahan massal di seluruh dunia.
"Ketika Australia menjauh dari Antartika, itu membuka area lautan dalam yang mengelilingi Antartika yang sekarang menjadi tempat Arus Sirkumpolar Antartika (ACC)," kata Skeels.
Pemodelan baru ini menjelaskan perubahan iklim tidak mempengaruhi semua spesies secara merata. Iklim di Asia Tenggara dan Kepulauan Melayu yang baru terbentuk tetap jauh lebih hangat dan lebih basah daripada di Australia, yang menjadi dingin dan kering.
Baca Juga: 5 Fenomena Langit Akan Terjadi di Bulan Mei 2024, Ada Hujan Meteor Eta Aquarids
