"Mereka menutup mata terhadap fakta sejarah, bahwa kaum komunislah yang lebih dahulu membantai para ulama dan santri, menyerang pelatihan Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), GP Ansor, dan aksi-aksi sepihak PKI terhadap para petani. Mereka juga ingin mengingkari fakta sejarah bahwa kaum komunislah yang membantai para Jenderal TNI," ucap Presidium KAMI dalam surat terbukanya.

Baca juga: Dukung Food Estate, Prabowo Siap Backup Menteri Terkait Pertanian

Ini salinan utuh surat terbuka Presidium KAMI yang dikutip dari SINDOnews, Rabu (23/9/2020):

SURAT TERBUKA PRESIDIUM KAMI KEPADA PRESIDEN

014/PRES-KAMI/B/IX/2020