Baca Juga: Ada Apa di Balik #KaburAjaDulu?

Umat yang mulia. Di mana Islam mengajarkan kita agar peduli dengan nasib sesama Muslim di manapun kita berada. Tak dibatasi oleh sekat-sekat negara. Tak peduli jauh atau dekat. Tak peduli di belahan bumi mana karena kita adalah saudara seakidah.

Al-Aqsha menunggu pembebasan, memanggil kaum muslimin. Umat Rasulullah SAW adalah umat yang satu. Umat Islam adalah satu tubuh, di mana ada tubuh yang terluka maka bagian lain pun akan merasakan perihnya luka tersebut. Rasulullah SAW mewariskan ukhuwah Islam di antara umat Islam agar kita semua dapat bersatu dalam satu naungan ikatan, yaitu ikatan Islam.

Persaudaraan kita antara sesama musim diikat dengan keesaan Allah SWT dan kerasulan Muhammad SAW, keyakinan yang membangun  akidah ini harusnya menguatkan keimanan dan kepedulian sesama muslim. Karena kita seperti satu tubuh, sehingga kita merasakan sakit dan pedihnya penderitaan muslim di Gaza.  

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menjawab panggilan dari Gaza? Kita tak boleh mencukupkan diri dengan mengirimkan doa atau bantuan kemanusiaan. Solusi syar’i atas genosida di Gaza adalah  pengerahan pasukan muslim untuk jihad fisabilillah. Kaum muslim sangat mampu melawan Zionis, bahkan akan memenangkan perang dalam waktu 1 jam saja. Tentara kaum muslimin akan berhasil mengusir Zionis Yahudi.