Martin menduga kerusakan disebabkan oleh adanya rembesan air, namun pemeliharaan gedung belum dibayarkan dan pembayaran diperkirakan akan dilakukan pada November 2025.

Terkait dengan rencana peresmian gedung Oputa Yi Koo, Martin juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada jadwal pasti yang ditetapkan.

Warga Baubau, Harni, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kualitas bahan bangunan yang digunakan, terutama pada bagian plafon.

Baca Juga: Mahasiswa Konawe di Jakarta Sebut Ridwan Badallah Ancam Membunuh

“Saya mempertanyakan bahan apa yang digunakan untuk plafon, padahal baru beberapa kali terkena hujan sudah rusak, apalagi lokasi ini dekat dengan laut,” ujarnya.