Kemudian saat 2019, plafon di salah satu ruang belajar rusak akibat ditimpah batang kelapa, sehingga menyebabkan plafon bolong. Ia pun mengaku saat 2019 lalu, pihak Dinas Pendidikan telah melakukan survei, tetapi sampai saat ini belum ada realisasi yang dilakukan.
Lebih lanjut, a menyebut, sejak rusaknya plafon ruang kelas belajar itu, jika hujan deras air masuk di dalam ruangan sehingga para siswa harus belajar di luar ruangan atau teras.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Lawa, Wa Angge mengatakan, sejak belajar di luar ruangan pihaknya memberikan opsi dengan menggunakan shift dalam proses belajar mengajar.
"Untuk kelas rendah kami masukan di pagi hari, untuk kelas 4, 5 dan 6 kami masukkan di siang hari," ujarnya.
Hal ini dilakukan, kata dia, agar proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai biasanya, sebab ruangan yang masih tergolong aman untuk siswa hanya tiga ruang belajar dan kantor guru.
