MUNA, TELISIK.ID - Pelayanan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ikut terganggu dengan adanya aksi demontrasi yang dilakukan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Muna, Senin (21/12/2020).

Betapa tidak, lokasi kantor PDAM berada di sekitar Kantor Bawaslu. Sehingga gegara demonstrasi itu, pelayanan tehnis maupun administrasi pada loket menjadi terganggu.

Direktur PDAM Muna, Muhammad Nurhayat Fariki mengaku, sudah dua kali demonstrasi yang dilakukan pendukung  pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati, LM Rajiun Tumada-La Pili (RAPI) di Bawaslu.

Buntutnya, petugas PDAM tidak bisa beraktifitas. Begitu juga dengan para pelanggan yang akan melakukan pembayaran iuran atau mengadu gangguan terkesan takut ke kantor PDAM akibat melihat jumlah massa dengan jumlah yang banyak ditambah padatnya kendaraan taktis milik pihak keamanan.  

"Kami mohon maaf pada seluruh pelanggan karena pelayanan kami sedikit terganggu," kata pria yang kerap disapa Yayat itu.