Baca juga: Kisruh Nomor Antrian BNI Habis, Nasabah: Dibuka jam 8, Bukan Subuh
"Baru beredar Perwali saja, pendapatan saya sudah menurut drastis. Tadi malam penghasilan saya hanya Rp 100 ribu lebih, biasanya sekitar Rp 700 ribu semalam," keluhnya.
Hasan menyadari, angka COVID-19 di Kota Kendari terus mengalami peningkatan. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus memperhatikan nasib mereka.
"Kalau bisa jangan terlalu lama (pemberlakuan Perwali)," sambungnya.
Mewakili seluruh pemilik kedai, Hasan juga meminta keringanan, agar pembatasan jam malam sedikit dimundurkan yakni sampai dengan pukul 00.00 Wita.
