KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Ratusan hektare tambak (empang) perikanan darat di wilayah Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), terpaksa stop produksi.

Hal itu disebabkan pasokan air bersih dari sungai yang mengairi kolam para petani tambak setempat berwarna merah kecoklatan akibat aktivitas pertambangan nikel.

Kepala Dinas Perikanan Kolaka Utara, Muhsin menuturkan, luas budidaya air payau yang dimanfaatkan di Kecamatan Batu Putih seluas 384 hektare (Ha).

Baca Juga: Puluhan Pemuda Gelar Demo, Tagih Janji Pj Bupati Kolaka Utara

"Berdasarkan data yang kami rangkum hingga tahun 2022 terdapat 134 Ha area tambak yang tidak produktif lagi disebabkan imbas aktivitas pertambangan," ujarnya, Jumat (3/2/2023).