Para ahli kesehatan menyebutkan beberapa gejala umum dari varian XEC, seperti demam tinggi, nyeri tubuh, kelelahan, dan batuk atau sakit tenggorokan. Gejala-gejala ini memang mirip dengan flu, tetapi dengan risiko komplikasi yang lebih serius bagi kelompok rentan, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Analis data COVID-19, Mike Honey, menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah kasus varian XEC sangat signifikan, terutama di negara-negara seperti Denmark dan Jerman.

Meski demikian, tingkat pengujian yang lebih rendah daripada sebelumnya membuat sulit untuk mendeteksi seberapa banyak sebenarnya kasus yang ada. Ini menjadi tantangan besar dalam memantau penyebaran varian XEC.

Baca Juga: 40 Atlet Olimpiade Paris 2024 Positif COVID-19

“Pengujian rutin yang lebih rendah membuat sulit mengetahui seberapa banyak kasus sebenarnya,” ungkap Mike Honey.