GAZA, TELISIK.ID - Di tengah reruntuhan yang menyelimuti Gaza, warga terpaksa mengandalkan tenaga fisik, lilin, dan ponsel untuk menjalani hari-hari mereka, karena listrik yang dulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kini hilang total akibat perang berkepanjangan.
Di dekat reruntuhan Rumah Sakit Al-Shifa, Shorouq Abu Naji (22) terlihat mencuci pakaian anak-anaknya secara manual. Jari-jemarinya memerah dan membengkak akibat terus mengucek pakaian.
“Kami tidak bisa lagi menggunakan mesin cuci karena pemadaman listrik yang berkepanjangan. Saya terus merasakan kesakitan di tangan. Kadang saya menangis karena rasa sakit itu," tuturnya, seperti dikutip dari Xinhuanews, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Kursi Administrator NASA Kembali Diperebutkan, Trump Pilih Orang Dekat Elon Musk
Listrik telah menjadi kenangan samar bagi Shorouq dan ketiga anaknya. “Selama lebih dari dua tahun, kami tidak merasakan listrik di area kami. Semua hal yang kami lakukan kini bergantung pada tenaga fisik kami,” jelasnya.
