FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga akademis, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bombana, Bappeda Bombana, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Konawe Selatan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bombana, PT GAS, serta para ahli dari sektor perkebunan.
.jpeg)
Muh. Arwin, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan untuk menyusun dokumen strategis yang akan menjadi panduan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan kelapa sawit.
“Dokumen ini diharapkan dapat menjawab tantangan global sekaligus memperbaiki citra kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang ramah lingkungan,” ujar Arwin.
Baca Juga: Paslon Bahtera Siap Pertahankan Kemenangan Hingga ke MK
