Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bombana berharap dapat memperkuat posisi kelapa sawit sebagai motor penggerak ekonomi daerah tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
FGD ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Bombana untuk menjadikan kelapa sawit sebagai pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ke depan, dokumen RAD-KSB diharapkan menjadi acuan bagi semua pihak dalam mendukung pengelolaan kelapa sawit yang lebih baik dan ramah lingkungan.
Dengan inisiatif ini, Bombana optimis dapat meningkatkan daya saing kelapa sawit lokal di pasar global, sekaligus menjadi contoh sukses penerapan prinsip keberlanjutan dalam sektor perkebunan di Indonesia. (C-Adv)
Penulis: Sigit Purnomo
