“Mereka sepertinya menyamakan dengan para pengguna jalan umum lainnya. Padahal, hal demikian tidak seperti itu," katanya.

Untuk itu, pihak aspirator meminta kepada pihak pemerintah yang tergabung dalam tim terpadu untuk menghentikan aktivitas perusahaan.

Pasalnya, kata dia, bukan hanya terkait penggunaan jalan nasional, namun perusahaan juga diduga telah melakukan aktivitasnya di kawasan hutan produksi.

“Perusahaan ini juga melakukan aktivitas di kawasan hutan produksi,” jelas Zulkarnain.

Baca juga: Maxcell Klaim Tak Serobot Lahan Mantan Wakil Gubernur Sultra