8. Penanganan stunting juga terus menjadi fokus dan prioritas kita bersama dan alhamdulillah, kalau pada tahun 2021 kasus stunting Kota Kendari berada pada angka 24 persen, sampai akhir tahun 2022 mampu kita turunkan 4,5 persen menjadi 19,5 persen.
Capaian penurunan prevalensi stunting yang cukup signifikan ini menjadikan Kota Kendari sebagai role model peta aksi baik audit kasus stunting secara nasional.
9. Operasionalisasi mall pelayanan publik yang mengintegrasikan 121 layanan, dan mensinergikan 32 gerai yang terdiri dari 14 instansi vertikal, 8 OPD, 6 BUMD, 2 BUMD dan 2 organisasi profesi.
10. Pengurangan cakupan wilayah kumuh seluas 24 ha pada tahun 2022 baik skala kawasan melalui penataan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Papalimba Lapulu-Pudai. (B)
