"Tapi ke depannya kami berencana membantu petani dengan mencarikan mereka pedagang besar agar harga dan pendapatan para petani rumput laut lebih baik. Kebetulan di Sultra ini, pembeli rumput laut terbesar itu ada di Kabupaten Bombana," terangnya.
Pemdes berharap, ke depannya pemerintah, baik Pemkab Kolaka Utara maupun Provinsi Sultra dapat memberikan perhatian lebih pada petani rumput laut Desa Powala'a khususnya bimbingan terkait proses pembudidayaan.
Baca juga: Tim Satgas COVID-19 Muna Proaktif Urus Jenazah
"Jadi petani rumput laut di Desa Powala'a ini, bergerak dengan menggunakan dana pribadi atau swadaya masyarakat. Sehingga kami berharap ke depannya Pemda bisa memperhatikan petani rumput laut yang ada di desa ini," harapnya.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Atandahi, Mustaring menjelaskan, budi daya rumput laut yang mereka geluti saat ini baru berjalan lima bulan. Tanam perdana dimulai pada Maret 2020 lalu.
