Sebelumnya, secara historis, Amerika Serikat lah yang memberikan kontribusi keuangan terbesar di antara negara-negara anggota untuk Organisasi Kesehatan Dunia tersebut.
Mengutip cnbcindonesia.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, varian Omicron diyakini berkembang 70 kali lebih cepat dari versi asli corona dan varian Delta dalam 24 jam.
Mayoritas penderita COVID-19 varian Omicron terbukti mengalami gejala batuk, mudah lelah, dan pilek atau hidung tersumbat.
Fakta tersebut diketahui berdasarkan laporan mingguan yang dirilis Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bertajuk 'Morbidity and Mortality Weekly Report'.
Dalam laporan mingguan edisi 1-8 Desember 2021, CDC melaporkan bahwa penderita COVID-19 varian Omicron paling banyak mengeluhkan gejala batuk. Gejala ini dilaporkan sekitar 89% pengidap COVID-19 varian Omicron yang didata CDC kawasan Amerika Serikat.
