Saat gelombang datang, kata Safrudin, ia dan keluarganya hanya bisa pasrah dan menghindar ke tempat aman karena pukulan airnya sangat deras. Gelombang itu pun merusaki sebagian perabot rumahnya, mulai dari dinding, meja makan, viber, tempat tidur, rak piring hingga televisi.
"Gelombangnya sangat kuat menerjang. Saya tidak bisa menyelamatkan perabot, hanya bisa menghindar," ungkap Safrudin kepada awak media, Selasa (6/4/2021).
Lebih lanjut, ia mengaku, tak hanya menerjang rumah dan perabot, gelombang pasang itu juga merusaki perahu dan jala hingga satu mesinnya hilang.
"Perahu saya rusak, mesinnya juga hilang. Saya terancam tak bisa melaut lagi, apalagi sarana penunjang sudah tak ada. Semoga pemerintah bisa melihat langsung kondisi yang sedang kami alami sekarang," tutur Safrudin.
Perahu yang rusak diterjang gelombang pasang itu merupakan perahu bantuan Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai tahun 2018.
