Kepala BPBD Bombana, Andi Sarifuddin kepada Telisik.id menerangkan, berdasarkan tampilan monitor pemantauan BMKG di kantornya, gempa susulan berkali-kali terjadi.
Awalnya terjadi dengan kekuatan 7,5 SR yang ikut dirasakan sepanjang pesisir di Kabupaten Bombana.
Kemudian disusul dengan guncangan susulan sebanyak 8 kali namun kekuatannya terjadi penurunan yakni 4,1 SR dititik yang sama.
Baca Juga: Gempa 7,5 di NTT Berpotensi Tsunami, Masyarakat Diminta Jauhi Pantai
Dengan makin menurunnya kekuatan gempa, Bombana kini berstatus normal. Saat ini masih terus dilakukan pemantauan guna memastikan tidak ada gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.
