JAKARTA, TELISIK.ID - Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Myanmar dan Thailand, menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah. Jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.600 orang, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Tim penyelamat masih berusaha menemukan korban yang tertimbun reruntuhan bangunan. Infrastruktur yang rusak memperlambat proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Situasi darurat ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gempa besar di wilayah lain, termasuk Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa megathrust bukanlah fenomena baru bagi Indonesia. Wilayah Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yang membuatnya rawan terhadap aktivitas seismik.
Berdasarkan data BMKG, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi peningkatan jumlah gempa di berbagai daerah. Sejak gempa M7,1 mengguncang Megathrust Nankai, Jepang Selatan, pada 8 Agustus 2024, tercatat tujuh kali gempa melanda Indonesia.
