Baca juga: Sempat Hilang, Pendaki Ditemukan Setengah Telanjang di Gunung Guntur Jadi Misteri
Ali Mazi mengaku, potensi komoditi non tambang yang sudah diekspor seperti hasil laut dan perkebunan, selama ini dikirim melalui pelabuhan ekspor di luar Sultra seperti Makassar dan Surabaya.
“Dengan dukungan pelabuhan yang telah selesai dibangun PT Pelindo IV, semua hasil komoditi yang memiliki nilai pasaran luar negeri, tidak lagi bergantung dari pelabuhan ekspor luar Sultra, tetapi sudah wajib melalui pelabuhan New Port Bungkutoko Kota Kendari langsung menuju negara tujuan,” jelasnya.

Ali Mazi mengatakan akan mendorong pimpinan daerah di 17 kabupaten dan kota di Sultra untuk menggali potensi daerahnya masing-masing. Untuk itu, ia akan menggelar pertemuan dengan para kepala daerah untuk mengumpulkan pengusaha di Sultra yang memiliki potensi untuk melakukan ekspor.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Hj Sitti Saleha mengatakan dalam bulan ini menargetkan akan mengirim sedikitnya 50 ton serabut kelapa oleh salah satu perusahaan swasta PT Weda Indocoir Prima.
