.jpeg)
Menurut Sitti Saleha, selain serabut kelapa yang diekspor, juga dalam waktu singkat akan mengekspor komoditi perkebunan seperti kopra, kakao dan jambu mete, serta sarang burung walet ke negara China.
Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kendari, Prayatno Ginting mengatakan ekspor komoditas serabut kelapa ini mendatangkan angin segar bagi ekspor nonmigas Sultra.
“Sebelumnya Sultra memiliki komoditas ekspor unggulan ekspor, seperti Cocoa Butter, namun adanya pandemi Covid-19 ini membuat produksi komoditas tersebut terhenti,” kata Prayatno Ginting.
Menurut Ginting, selain Cocoa Butter, wilayah Sultra memiliki beberapa komoditas yang dapat dijadikan komoditas unggulan, misalnya kopra, kakao, beras, jambu mete, cengkeh, jagung, lada, kemiri, dan sarang burung walet.
“Namun saat ini komoditas dari Sultra ini lebih banyak dikirim di pasar domestik terlebih dahulu dan baru diekspor dari wilayah lain, sebagai contohnya jambu mete,” tambahnya.
