
Prayatno menegaskan untuk memenuhi persyaratan ekspor dari negara tujuan, serabut kelapa telah diperiksa dan dinyatakan bebas organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pemeriksaan fisik dan administrasi juga dilakukan terhadap serabut kelapa tersebut. Sampel yang diperiksa di laboratorium karantina tumbuhan dengan pengujian secara mikroskopis untuk mengetahui ada tidaknya OPT pada serabut kelapa itu.
.jpeg)
Pimpinan perusahaan PT Weda Indocoir Prima Irwan Pontoh, selaku pemasok bahan baku sabut kelapa mengungkapkan, stok komoditi sabut kelapa di Sultra cukup melimpah untuk dijadikan komoditi ekspor.
“Sebagai langkah awal, kami hanya mengirim 18 ton serabut kelapa dalam satu container. Dan kami menargetkan, dalam bulan Juli ini, dapat mengirim sedikitnya 50 ton serabut kelapa ke Wheifang-China,” ujar Irwan Pontoh.

Eskpor perdana serabut kelapa tersebut, dihadiri wakil ketua DPRD Sultra Hery Asiku, ketua penggerak PKK Sultra, Agista Ariany Bombay, Dirut Pelindo-IV Makassar Prasetyadi dan Kepala Balai Karantina Besar Makassar Andi Pangeran Muda Yusmanto, serta para pimpinan OPD dan Forkopimda Sultra.(adv)
Reporter: Andi Nur Aisyah
