Dengan karakteristik dan fase pertumbuhan yang berbeda secara historis, menjadikan generasi ini memiliki keunikan secara perilaku atau habits dan juga memiliki tantangan masa depan yang juga berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Generasi X dan generasi Y atau milenial.

Berikut tantangan yang akan coba saya sadurkan di bawah ini, salah satunya adalah tentang krisis perempat usia.

Krisis perempat usia atau dalam bahasa kerennya quarter life crisis merupakan sebuah fase transisi yang dominan dialami oleh generasi yang memasuki usia 20 tahun sampai usia 35 tahun, generasi Z hari ini termasuk di dalamnya.

Fase krisis perempat usia merupakan sebuah fase peralihan, dan dalam buku yang tulis oleh Fahd Pahdepie (2019) dijelaskan bahwa fase ini merupakan fase berat, yang jika seseorang berhasil melewati fase ini dengan baik, hidup akan baik-baik saja hingga akhir.

Krisis ini dapat dialami sebagai fase pengembangan karakter. Masalah sebagai sketsa sebuah gambar, dan pahat sebagai daya semangat untuk dapat mengukir sketsa tersebut, hingga menjadi sebuah karakter ukiran yang menarik. Hasilnya akan menjadi pembeda satu dengan yang lainnya.