Terlebih pada era saat ini, dengan bendungan informasi yang begitu banyak dan sulit untuk hindari. Tameng yang ditawarkan oleh filsuf Stoa ini semoga bisa dapat dijalankan dan diterapkan.

Anak muda saat ini dengan istilah generasi Z, saya rasa sebagai generasi penggerak, dan tak bisa dikesampingkan pula, bahwa tantangan-tantangan kedepannya tidak kalah berat.

Saya mencoba menuliskan ini sebagai medium untuk berbagi cerita, tanpa adanya unsur menggurui. Semoga apa yang disajikan di atas, dapat kita terapkan bersama dengan konsistensi dan evaluasi secara kontinyu.

Tantangan dan masalah yang kita rasakan sebagai generasi baru (baca: generasi Z) perlu dihadirkan, baik dalam bentuk penyampaian visual dan dituliskan pada media massa atau taman sosial media kita, agar teman dan kawan kita dapat membaca dan memahami, bahwa tantangan ini adalah tantangan zaman yang perlu kita jawab dan taklukan bersama.

Di akhir saya ingin mengutip apa yang pernah dikonsepsikan oleh ahli geologi dari Inggris yaitu Charles Darwin, yang menjelaskan tentang karakter survival of the fittest, bahwa makhluk hidup yang bertahan bukanlah makluk yang terkuat atau yang tercepat melainkan yang paling bisa beradaptasi dengan lingkungan. Keep spirit gen-Z, pastikan kita adalah salah satunya. (*)