Bahkan terdapat beberapa anak yang melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Karena dikurung di kamar dan tidak diberi gadget, anak memecahkan kaca  jendela, hingga luka.

Demikian secuil cerita yang mewakili, ketika anak tak diberi gadget. Mengarah menyakiti diri sendiri dan  orang lain.

Lebih jauh lagi, generasi Z yang seolah tak bisa hidup tanpa gadget, mengakses pornografi yang memperlihatkan gambar dan vidio mesum membangkitkan syahwat.  Konten-konten free seks, kekerasan, serba boleh, telah mengajak pada kebebasan bertingkah laku.

Semua itu, akhirnya membentuk pola pikir dan sikap serba bebas. Dampak buruknya berimbas pula kepada masyarakat. Sebagai contoh, kasus perzinahan dan kasus pemerkosaan di kalangan remaja, banyak dilakukan setelah menonton vidio porno.

Baca juga: Kebebasan Berpikir versus Kebebasan Berekspresi