PKS yang dulunya dianggap partai ideologis, partai yang kuat secara institusional, mengalami konflik dalam dua kubu yang digambarkan sebagai Faksi Keadilan dan Faksi Sejahtera. Faksi Keadilan dilabeli berhimpunnya orang-orang tua dan dengan gaya berpikir konservatif.

Sedangkan, Faksi Sejahtera dianggap kumpulan anak muda dengan dasar pembaharu, kubu ini dipimpin oleh Presiden PKS 2014 lalu yakni Anis Matta.

Baca juga: Pragmatisme Partai Politik

Kubu Anis Matta akhirnya memilih mendirikan Partai Gelora Indonesia. Partai Gelora tidak bisa dipandang sebelah mata sebagai kompetitor PKS, sebab Partai Gelora sejatinya merupakan pengeroposan kekuatan PKS dari dalam, berupa pembangkangan kader-kader terbaik partai baik dari level elite maupun tingkat grass root partai.

Bagi penulis, secara institusi PKS sedang mengalami tiga masalah fundamental, pertama, rapuhnya proses mekanisme konsensus konflik di tubuh PKS, kedua, melemahnya loyalitas kepartaian, dan ketiga, kerapuhan PKS dalam proses konsolidasi.