Kasus pembunuhan terhadap perempuan yang terus berulang dari tahun ke tahun menumbuhkan kekhawatiran bagi para perempuan, khususnya kaum feminis di Amerika Serikat. Hal ini semakin mencuat ke permukaan ketika kemenangan Donald Trump dideklarasikan sebagai Presiden Amerika Serikat, diketahui berdasarkan pemilihan umum AS, ada 7 dari 10 negara bagian memberikan suara mendukung aborsi, sedangkan 3 lainnya menolak. Akibatnya, perempuan di AS khususnya para feminis semakin gencar melakukan gerakan 4B, lantas apakah gerakan 4B itu?
Mengapa Gerakan 4B Mulai Eksis?
Gerakan 4B adalah sebuah gerakan yang diprakarsai oleh aktivis feminis Korea Selatan yang memilih hidup tanpa pria sebagai respon misogini yang mereka yakini ada di masyarakat. Istilah 4B tersebut berasal dari empat frasa Korea Selatan yakni: Bi Yeon ae (tidak berpacaran), Bi Sex (tidak berhubungan seks), Bi Hon (tidak menikah) dan Bi Chul-san (tidak melahirkan anak), awalan Bi berarti tidak dalam bahasa Korea Selatan. Gerakan ini dicetuskan sekitar tahun 2016 oleh kelompok feminis radikal. (BBC, 19-01-2025)
Baca Juga: Kapitalisme Gagal Menjamin Kesehatan Mental
Seperti halnya yang terjadi di Amerika Serikat, gerakan ini muncul akibat maraknya peristiwa-peristiwa tragis yang menimpa perempuan-perempuan Korea Selatan saat itu. Mereka merasa tidak adil, karena pelaku sering kali menerima hukuman yang ringan. Karena itu para pemeluk gerakan 4B meyakini bahwa gerakan ini merupakan cara untuk melindungi diri, baik secara fisik maupun mental dari kekerasan yang sering dialami oleh perempuan dalam menjalani suatu hubungan. Miris, bahkan ada perempuan muda yang rela menjalani prosedur medis untuk mengangkat indung telurnya sebagai inspirasi untuk menjalani gaya hidup 4B.
