Jika ditelisik lebih jauh, berkembangnya dukungan terhadap gerakan 4B dilatarbelakangi oleh paham feminisme yang semakin menjamur di berbagai belahan dunia. Paham yang disebabkan oleh kapitalisme melalui budaya seksisme ini, membuat perempuan terpengaruh, kemudian memiliki pandangan yang menyatakan mereka bebas menjadi apa saja dan melakukan apa saja sebagai wujud pengembangan diri.
Imajinasi mereka terbatas pada keyakinan bahwasannya wanita sukses adalah perempuan yang memiliki kedudukan, uang dan gaya hidup, dimana semua hal ini berorientasi pada materialistis. Standar kebahagiaan disempitkan pada materi, wanita karir menjadi sebuah titel yang sangat dibanggakan, parahnya kemandirian yang salah kaprah ini menyebabkan para perempuan seolah tidak membutuhkan laki-laki.
Paham feminisme yang katanya bertujuan membela hak kebebasan perempuan, terbukti sampai sekarang belum mampu untuk menyelamatkan perempuan. Paham ini juga tidak mampu menjadikan perempuan lebih mulia kedudukannya, bahkan fakta yang terjadi menunjukkan bahwa ide feminisme adalah wadah semu yang justru merusak eksistensi dan fitrah perempuan.
Kesetaraan yang digaungkan menuntut para perempuan untuk bersaing dengan kaum laki-laki dengan standar bahwa semua hal yang bisa di lakukan oleh laki-laki, bisa juga dilakukan oleh perempuan. Tanpa mereka sadari bahwa sistem ini adalah bentuk penjajahan secara halus dengan modus baru terhadap wanita, ciri khas kapitalisme.
Perempuan dalam Pandangan Islam
