YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian masyarakat bisa dibilang cukup berat dan merata. Tidak terkecuali pada sektor budidaya pertanian dan perikanan.
Penurunan daya beli masyarakat dan tidak berjalannya usaha warung makan, mengakibatkan pembudidaya ikan mengalami kesulitan dalam melakukan pemasaran sehingga terjadi penumpukan produksi.
Sementara itu, pembudidaya harus tetap mengeluarkan biaya produksi untuk pakan setiap harinya. Ukuran ikan yang semakin besar juga menjadi masalah tersendiri, semakin padat ikan dengan bertambahnya bobot ikan akan berisiko terhadap kualitas air dan kesehatan ikan di kolam.
Baca juga: Besok, THR Pensiunan Dibayarkan
Melihat kondisi ini, menurut Ir Heru Saptono, STP, MM, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Yogyakarta, melalui bidang perikanan mencoba melakukan terobosan pasar yang bisa dibilang sederhana untuk mengatasi permasalahan pemasaran tersebut.
