“Ini bukan sekadar kegiatan pasar murah biasa, tetapi ini adalah upaya strategis dan terstruktur yang merupakan mandat langsung dari Pemkot untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat,” ujar Abdul Rauf, Jumat (5/12/2025).
Selama pelaksanaan GPM, antusiasme publik sangat tinggi dan setia harinya cenderung meningkat. Ratusan warga Kota Kendari beramai-ramai memanfaatkan kesempatan langka ini untuk membeli komoditas vital dengan harga yang berada jauh di bawah patokan harga pasar tradisional.
Komoditas yang paling banyak diminati dan laku keras antara lain adalah beras kualitas premium, minyak goreng, gula pasir bersubsidi, telur ayam ras, hingga berbagai bumbu dapur.
Keberhasilan program ini juga tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kelancaran sistem distribusi yang dikelola oleh tim Dinas Ketapang, yang berhasil menghindari penumpukan maupun kekurangan stok di tengah keramaian.
Abdul Rauf juga menegaskan, kesuksesan GPM ini tidak lepas dari pondasi kuat kolaborasi multi sektor. Ia mencatat, partisipasi penuh dari total 22 distributor pangan terkemuka di Kota Kendari. Para distributor ini memiliki peran yang sangat penting dengan menyediakan stok dalam jumlah besar, memastikan ketersediaan berbagai produk vital.
