JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai penyelenggara Pilkada Serentak 2020 dapat menggerakkan perekonomian di daerah yang saat ini lesu akibat imbas pandemi COVID-19.
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Politik & PUM) Kemendagri Bahtiar menuturkan, sekurangnya terdapat Rp 9 Triliun yang dikucurkan langsung ke 270 daerah penyelenggara Pilkada pada Desember mendatang, di mana sebanyak 60 persen dana tersebut akan dipakai untuk mendanai panitia Adhoc di daerah.
“Kemudian tiap pasangan calon juga akan mengeluarkan dana untuk kampanye, artinya ada perputaran ekonomi di sana,” katanya pada acara Bimtek Pendidikan Politik Partai Golkar di Jakarta, Minggu (26/7/2020).
Dalam beberapa minggu terakhir, Kemendagri telah mengadakan Road Show ke beberapa provinsi antara lain mendatangi Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Papua, Papua Barat, Maluku dan Nusa Tenggara Barat.
Bahtiar mengatakan, semua daerah penyelenggara Pilkada menyatakan kesiapannya, bahkan sebagian besar sudah 100 persen menyalurkan dana Pilkada tersebut kepada penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
