Baca juga: Pembangunan Embung Tak Tuntas di Muna, Ridwan Bae Bakal Tinjau Khusus
“Tinggal beberapa daerah yang (pencairannya) masih di bawah 40 persen dan itu sudah kami berikan teguran. Kalau minggu ini tidak ada perkembangan, akan kami panggil,” kata dia.
Penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi COVID-19 ini akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi calon pasangan kepala daerah untuk menjalankan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
Bahtiar menjelaskan, penyelenggara Pilkada kali ini juga sekaligus akan menjadi agen sosialisasi pentingnya menjalankan protokol kesehatan baik saat menjalankan tahapan Pilkada maupun pada aktivitas sehari-hari.
"Karena kita tahu jumlah petugas kesehatan terbatas. Kita juga mendorong Paslon mengubah alat peraga kampanye dari kaos dan stiker menjadi masker dan hand sanitizer yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini," jelasnya.
