Untuk ketahanan dari GRC, beber Pahri, itu sudah dilakukan uji laboratorium dan tahan hingga 25 tahun, tahan api dan air, serta tinggal diperbarui menggunakan cat.
Terkait kekosongan di bagian dalam Gerbang Wisata Toronipa, Pahri mengatakan memang didesain seperti itu untuk maintenance jika ada kerusakan atau ketika akan dicat ulang pada bagian luar gerbang.
Sementara kerusakan yang ada pada Gerbang Wisata Toronipa ini, menurut Pahri, dikarenakan olah pengrusakan oleh sejumlah OTK (orang tidak dikenal, red).
Baca Juga: Kelurahan Kambu Rembuk Stunting dan Ajak Warga Pahami 1000 HPK
“Itu dirusaki oleh OTK dan sudah lama kita identifikasi ini karena di dalamnya ada batu-batu yang dipake melempar, gergaji, serta baut-baut pada GRC yang hilang dicuri,” bebernya.
