Djarot menjelaskan, tak mungkin Ganjar diturunkan posisinya menjadi bacawapres. Pasalnya, empat partai politik pengusung Ganjar yakni PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo telah menetapkan mantan Gubernur Jawa Tengah itu sebagai capres.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pun mengaku bingung dengan kemunculan isu memasangkan Ganjar dan Prabowo di media massa untuk melawan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

“Saya sendiri sampai bingung loh, di media tiba-tiba dibilang begini (duet Ganjar-Prabowo), 'iya sudah ada persetujuan bahwa nanti Pak Prabowo jadi presidennya, Pak Ganjar jadi wakil presidennya',” ujar Megawati saat penutupan Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/10/2023).

Baca Juga: Pemilu Semakin Dekat, Golkar Rapatkan Barisan Bina Kader dan Saksi TPS hingga Tingkat Kelurahan

Sementara itu, Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai, dukungan politik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengerucut pada Ganjar dengan sengaja mempertontonkan momen keakraban dirinya bersama dengan Ganjar dan Megawati saat Rakernas IV PDIP, Jumat (29/9/2023).