Tidak hanya PKL, beberapa rumah makan di LTF atau area tambatan perahu juga diterjang gelombang tinggi. Akibatnya, beberapa pemilik rumah makan yang selama ini menjajakan panganan tradisional, terpaksa mengungsikan peralatan keluar rumah makan.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan di Busel Alami Kenaikan 100 Persen
Selain menerjang gerobak dan rumah makan, gelombang tinggi juga menghancurkan beberapa titik tanggul pemecah gelombang di sepanjang jalan by pass Lasusua-Tobaku, menyebabkan air laut meluber dan menggenangi beberapa ruas jalan by pass di sisi kiri dari arah kota Lasusua.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolut melakukan rekayasa lalulintas dengan menutup sisi kiri ruas jalan by pass, hingga genangan air mengering dan material batu dibersihkan dari badan jalan. (B)
Reporter: Muh. Risal H
