Menurut laporan CNBC, lonjakan harga Bitcoin mendapat dorongan dari arus masuk yang signifikan ke produk ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat. Data mencatat, pada 22 April 2025, 11 ETF spot Bitcoin mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$936 juta atau sekitar Rp15,7 triliun. Ini menjadi inflow harian tertinggi sejak 17 Januari 2025.
Salah satu faktor pendorong utama lainnya adalah pernyataan terbaru Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Dalam forum tertutup yang digelar bersama JPMorgan, Bessent menyebut bahwa kebuntuan tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak lagi bisa dipertahankan.
“Kondisi ini sudah setara dengan embargo dagang,” ujar Bessent.
Ia juga menambahkan bahwa proses deeskalasi akan segera dimulai dalam waktu dekat. Pernyataan ini memberikan angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya cemas terhadap risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
Ketidakpastian ekonomi yang melanda dunia turut mendorong pelaku pasar mencari aset lindung nilai, dan Bitcoin kembali menjadi salah satu alternatif utama.
