PDIP Versus Jokowi dan Keluarganya
PDIP pasca putusan MK kontroversial dan juga perilaku Gibran yang menerima sebagai cawapres berpasangan dengan Prabowo Subianto. PDIP mengasah tanduk Banteng moncong putihnya untuk menyerang dan menyeruduk Pasangan Prabowo-Gibran ini.
PDIP punya misi menggiring persepsi negatif publik kepada Jokowi dan Keluarga. Sehingga terbentuk citra negatif untuk Jokowi dan Keluarganya dibenak pikir publik, seperti Gibran sebagai pengkhianat, Jokowi tamak kekuasaan, aktor-aktor seperti Jokowi, Kaesang, Gibran, dan Bobby penyebab dari kemunduran demokrasi.
PDIP melakukan ini karena muka "banteng moncong putih" telah dicorat-coret. Sehingga, imej PDIP di masyarakat terdampak buruk oleh perilaku Jokowi dan Keluarga, seperti sebagai partai lama dan partai penguasa ternyata PDIP tak becus melakukan pendidikan pengkaderan.
Melalui aksi ramai-ramai dari keluarga Jokowi yang tak pedulikan PDIP, Jokowi dan keluarganya telah membawa contoh buruk dari perilaku tidak satu rampak barisan. Bahkan, Megawati selaku ketua umum dan ikon PDIP dengan pengelolaan kekuasaan demokrasi terpimpin ala PDIP turut tak dihargai, dari aksi tak satu rampak barisan.
