Label negatif ini dilakukan dengan tujuan agar keluarga Jokowi ke depannya, jika punya niat untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sekalipun tidak akan didukung oleh masyarakat. Sebab sudah terbangun persepsi negatif dari masyarakat terhadap Jokowi dan keluarga, misalnya, Jokowi dan keluarga adalah cermin perilaku haus kekuasaan, Gibran, Kaesang, dan Bobby adalah sosok-sosok pemimpin dengan sifat diri "kacang lupa kulit", dan "pengkhianat".
Jadi PDIP dengan narasi-narasi menyerangnya, tak sekadar berusaha menurunkan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran serta mengalahkan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan Jokowi semata. Tetapi lebih dari itu, tujuannya adalah merusak nama baik Jokowi dan keluarga dari sisi kegiatan berpolitik ke depannya.
Sehingga Jokowi dan keluarganya, dalam personal brandingnya, sudah buruk namanya, maka tak layak untuk diajukan sebagai pemimpin di level nasional dan daerah saat ini dan di masa depan. Bahasa Sarkasnya, PDIP lewat aksi serangannya, sedang melakukan pembunuhan karakter secara politik terhadap Jokowi dan keluarga.
Gibran Sang Kontroversial
Meskipun Gibran adalah Sosok Kontroversial, namun suka tidak suka harus diakui bahwa Gibran adalah calon pemimpin masa depan. Gibran memang memungkinkan pada akhirnya sampai kepada mengikuti Pilpres. Hanya saja tidak secepat ini, dan juga tidak dengan kontroversi dari putusan MK tersebut.
