Gibran memang telah berkinerja baik, dari dua tahun memerintah di Surakarta sebagai wali kota. Gibran telah memiliki beberapa prestasi kinerja dalam pembangunan, meski dalam program skala kecil, berupa revitalisasi pembangunan untuk kebutuhan masyarakat, maupun pembangunan masjid dan pembangunan prasarana olahraga.
Ini menunjukkan Gibran dalam pemahaman pembangunan infrastruktur, memang memiliki kemampuan melanjutkan kebijakan ayahnya yang sebagai presiden dalam pembangunan infrastruktur, misalnya.
Gibran juga patut diakui memang dirinya sanggup bekerja dalam respons cepat. Seperti, menyelesaikan permasalahan dari pengaduan masyarakat dengan cepat, dalam kasus Pungutan Liar yang dilakukan oleh Lurah. Atas kinerjanya itu telah menghadirkan persepsi positif dan simpati dari masyarakat. Ini menunjukkan Gibran sebagai walikota Surakarta telah bekerja bersama masyarakat juga memuaskan keinginan masyarakat tersebut.
Tetapi harus diakui pula bahwa kemampuan Gibran yang bekerja positif di Surakarta, belum layak dikategorikan sebagai prestasi gemilang. Sebab, diyakini daerah di sana sudah dengan wajah perkotaan yang baik, dibandingkan wajah perkotaan lainnya.
Ini menunjukkan tantangannya tidak terlalu tinggi, terlebih faktanya Gibran tinggal melanjutkan kebijakan dari ayahnya Jokowi yang sebelumnya. Telah memerintah selama dua periode, saat itu, prestasi Jokowi di Surakarta lebih gemilang, sedangkan Gibran tinggal menata hal-hal kecil semata.
