Baca Juga: Bidik Wali Kota Kendari Hendrawan Sumus Gia Daftar di Tiga Partai
"Kalau masyarakat memilih dan mereka terbanyak suaranya Alhamdulilah, kalaupun tidak itu realitas. Tapi menurut saya ayo berproses dengan satu prinsip kita jaga baik-baik negeri kita, apa yang bisa mempertahankan negeri kita yaitu silaturahmi," tegas Nur Alam.
Ia juga menilai jika hal tersebut bagian dari bakat tapi tidak nepotisme dan tidak rakus, berbeda jika dirinya juga seorang pejabat.
"Saya tidak punya jabatan lagi kan masyarakat biasa, kalau anak-anak dan istri saya ikut karena mereka punya bakat dan itu tidak otomatis jadi kan masih berjuang dan berproses. Beda kalau punya jabatan, seperti ada salah satu bupati kita, istrinya DPR, anaknya DPR, anaknya lagi DPR, anaknya lagi DPD, sebentar lagi dia minta anaknya menggantikan jadi bupati. Nah itu yang tidak boleh di dalam prinsip-prinsip demokrasi, gantianlah," tutup Nur Alam. (B)
Penulis: Erni Yanti
