Lens, yang datang dengan modal tiga kemenangan beruntun di liga, nyaris tidak mampu mengembangkan permainan dan hanya sesekali mengancam lewat serangan balik. Peluang terbaik tim tamu datang pada menit ke-58, ketika kapten Florian Thauvin lolos sendirian menghadapi kiper Lille Berke Özer. Sentuhan pertama Thauvin yang terlalu jauh membuat Özer sempat keluar dan menggagalkan peluang emas tersebut.
Thauvin sendiri mendapat sambutan bermusuhan dari suporter Lille sejak sentuhan pertamanya. Kemarahan itu berakar pada Januari 2013, ketika Lille membeli sang pemain sayap dari Bastia, tetapi Thauvin tidak pernah bermain satu menit pun bagi Lille sebelum memaksakan kepindahan ke Marseille. Suporter Lens pun tidak hadir di tribune tandang, setelah manajemen klub memutuskan tidak menjual tiket menyusul kerusuhan suporter pada laga Liga Champions di Bruges.
Giroud, Pahlawan dari Bangku Cadangan
Kebuntuan akhirnya pecah lewat keputusan Ancelotti memasukkan Giroud dan Dilane Bakwa pada menit ke-73. Penyerang berusia 40 tahun itu langsung memberi ancaman lewat tembakan yang diblok, sebelum akhirnya menjadi penentu kemenangan pada menit ke-86. Gol tersebut melanjutkan catatan apik Lille di kandang atas rival sekotanya, dengan kemenangan kandang kelima beruntun atas Lens.
"Tentu saja, jelas dia selalu ada, dia selalu hadir, dan dia selalu masuk dengan sikap yang tepat. Kami tahu karier dan sosok pemainnya, jadi kami tidak terkejut," kata Romain Perraud tentang Giroud.
Perraud, yang digantikan Verdonk pada menit ke-78, menyebut kemenangan ini sebagai penampilan rujukan bagi Lille musim ini. Ia menilai timnya tampil dominan selama dua babak dan pantas membawa pulang kemenangan atas rival abadinya. Kemenangan ini juga mengakhiri rangkaian empat pertandingan tanpa kemenangan Lille di semua kompetisi.
